Rabu, 29 Desember 2010

sumatera barat

Selamat Datang di Provinsi Sumatera Barat

Selain potensi yang telah dikemukakan di atas, pariwisata merupakan sektor yang berpeluang besar untuk dikembangkan. Tetapi harus digarisbawahi bahwa potensi pariwisata di Sumatra Barat tidak sebesar potensi pariwisata di Bali atau Yogyakarta. Obyek wisata di Sumbar cukup beragam, meliputi wisata alam, wisata budaya, dan wisata sejarah.

Wisata alam di Sumatra Barat yang memiliki daya tarik tinggi antara lain: Ngarai Sianok di Bukit Tinggi, Danau Maninjau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Singkarak, air terjun di Lembah Anai, Ambun Pagi, pantai Carolina, pantai Bumpus, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS); dan gunung berapi di Singgalam. Wisata budaya antara lain kebudayaan minang di Padang Panjang, dan wisata sejarah yang antara lain berupa gua Jepang di Agam dan Istana Kerajaan Pagarujung di Batusangkar.

Potensi wisata itu belum dikembangkan secara optimal sehingga belum banyak menarik minat turis asing. Pada tahun 1996 turis asing (wisman) yang berkunjung ke Sumatra Barat berjumlah sekitar 108.776 orang. Pada tahun 1998 jumlah itu menurun menjadi 51.028. Maraknya kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah pada saat menjelang dan pasca pemilu 1997 mengakibatkan banyak turis asing enggan datang ke Indonesia dan daerah wisata utama lainnya.

lagu daerah

Kampuang Nan Jauah di Mato
Cipt. -

Kampuang den nan jauah di mato
Gunuang sansai bakuliliang
Takana jo kawan-kawan den lamo
Sangkek basuliang-suliang

Panduduaknyo nan elok
Nan suko bagotong-royong
Susah sanang samo samo diraso
Den takana.. jo kampuang

Reff. :
Takana..... Jo kampuang.....
Induak ayah adiek sadonyo
Raso maimbau-imbau den pulang
Den takana jo kampuang....

...Takana..... Jo kampuang.....
...Takana..... Jo kampuang.....

tari piring sebagai estetika

Tari Piring, Estetika dan Keberanian

Tari Piring merupakan seni tari yang dimiliki oleh orang Minangkabau. Tarian ini diiringi lagu yang dimainkan dengan talempong dan saluang, dimana gerakannya dilakukan dengan cepat sambil memegang piring di telapak tangan mereka. Kadangkala piring-piring tersebut mereka lempar ke udara atau mereka menghempaskannya ke tanah dan diinjak oleh para penari tersebut dengan kaki telanjang.


klik untuk melihat foto
Tari Piring merupakan seni tari yang dimiliki oleh orang Minangkabau. Tarian ini diiringi lagu yang dimainkan dengan talempong dan saluang, dimana gerakannya dilakukan dengan cepat sambil memegang piring di telapak tangan mereka. Kadangkala piring-piring tersebut mereka lempar ke udara atau mereka menghempaskannya ke tanah dan diinjak oleh para penari tersebut dengan kaki telanjang.

Tarian ini memiliki gerakan yang menyerupai gerakan para petani semasa bercocok tanam, membuat kerja menuai dan sebagainya. Tarian ini juga melambangkan rasa gembira dan syukur dengan hasil tanaman mereka. Tarian ini merupakan tarian gerak cepat dengan para penari memegang piring di tapak tangan mereka, diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. Kadangkala, piring-piring itu akan dilontar ke udara atau pun dihempas ke tanah dan dipijak oleh penari-penari tersebut. Bagi menambah unsur-unsur estetika , magis dan kejutan dalam tarian ini, penari lelaki dan perempuan akan memijak piring-piring pecah tanpa rasa takut dan tidak pula luka. Penonton tentu akan berasa ngeri apabila kaca-kaca pecah dan tajam itu dipijak sambil menarik.

Kesenian tari piring ini dilakukan secara berpasangan maupun secara berkelompok dengan beragam gerakan yang dilakukan dengan cepat, dinamis serta diselingi bunyi piring yang berdentik yang dibawa oleh para penari tersebut. Tari Piring ini menjadi sangat digemari bahkan di negeri tetangga juga seperti Malaysia.

Biasanya acara-acara resmi yang dilakukan di Sumatera Barat menghadirkan Tari Piring sebagai salah satu bentuk pelestraian budaya Minangkabau. Di sekolah-sekolahpun diajarkan kepada siswa-siswa agar bisa melakukan tarian ini. (Sumber : Musfi Yendra-Padang Today)

danau kembar

Danau Kembar

Danau Dibawah terletak disebelah kiri jalan utama menuju Alahan Panjang. Sementara Danau Diatas berada disebelah kanannya. Berjarak kira-kira 47 km dari Solok dan 56 Km dari Padang.

Danau Dibawah terletak disebelah kiri jalan utama menuju Alahan Panjang. Sementara Danau Diatas berada disebelah kanannya. Berjarak kira-kira 47 km dari Solok dan 56 Km dari Padang. Danau ini berada pada 940-1438 meter diatas permukaan laut dan berada pada kampung Pasar Simpang, daerah Lembang Jaya, Kabupaten Solok dengan luas 5800 ha dan bertemperatur 15-20 derajat Celsius. Daerah ini menawarkan pemandangan indah dengan udara yang segar dan sejuk. Udara sejuk pegunungan dan pemandangan indah yang dapat dilihat dari bukit yang berada diantara kedua danau tersebut, yang membuat tempat ini sebagai salah satu yang diminati orang. Terpisah oleh jarak 1 km,salah satu danau ini terletak lebih tinggi dibanding danau yang satunya lagi. Daerah ini menawarkan panorama yang mengagumkan dari suasana sekelilingnya dan juga merupakan tempat yang bagus untuk kegiatan hiking ataupun kemping. Saat mencapai danau ini, pengunjung akan suguhkan oleh pemandangan perkebunan teh yang terbentang sejauh mata memandang. Pengunjung juga dapat menikmati buah-buahan lokal yang dijual dikios-kios yang tersebar disekitar danau.

lambang sumatera barat

Rumah Gadang/Balai Adat adalah tempat bermufakat atau tempat lahirnya filsafat alam pikiran Minangkabau yang mashur, demokrasi menurut alur dan patut sebagai lambang konsekwen melakanakan demokrasi.

Atap Masjid Bertingkat Tiga dan Bergonjong Satu melambangkan salah satu dari bentuk rumah ibadah yang khas menurut arsitektur alam Minangkabau asli, yang melambangkan agama Islam sebagai salah satu agama yang pada umumnya dipeluk masyarakat.

Bintang Segi Lima melukiskan nur cahaya dari pada dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

tap Rumah Gadang/Balai Adat Minangkabau Bergaya Tajam dan Runcing ke Atas merupakan gaya pergas yang tangkas dalam seni bangunan khas alam Minangkabau yang melambangkan sifat rakyatnya yang dinamis, bekerja keras dan bercita-cita luhur untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.

Empat Buah Gonjong Rumah Adat/Balai Adat dan Sebuah Gonjong Mesjid yang Menjulang Tinggi Keangkasa melambangkan keluruhan sejarah Minangkabau dari zaman ke zaman dalam semboyan kata 'Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabulah '.

Gelombang Air Laut adalah suatu lambang dinamika dari masyarakt Minangkabau.

ARTI MOTTO
'Tuah Sakato' berarti sepakat untuk melaksanakan hasil mufakat/musyawarah dan sebagai slogan kata (tanda kebesaran) yang terkandung dalam pribahasa Indonesia 'Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh'

ARTI WARNA
Warna dalam lambang ini berarti/bermakna, Putih berarti suci, Merah Jingga berarti berani, Kuning Emas berarti agung, Hitam Pekat berarti abadi, tabah, ulet/tahan tapo, Hijau Cerah Bersrti harapan masa depan.

PERANCANGAN PENGEMBANGAN WISATA ALAM DAN BUDAYA SUMATERA BARAT

PERANCANGAN PENGEMBANGAN WISATA ALAM DAN BUDAYA SUMATERA BARAT OLEH PROF.DR.AMRAN BIN HAMZAH PADA CERAMAH KEPARIWISATAAN DI HOTEL PANGERANS BEACH TANGGAL 21 DESEMBER 2010 .
Prof.Dr.Amran Bin Hamzah dari Unervisiti Teknologi Malaysia baru – baru ini memberikan ceramah Kepariwisataan dihadapan Kepala Daerah Kabupaten/Kota dan jajaran terkait, Kepala SKPD pemerintah provinsi Sumatera Barat, Perguruan Tinggi dan swasta serta tokoh masyarakat dan pelaku pariwisata . Beliau memberikan ceramah tentang Pentingnya perancangan karena pariwisata menurut UNWTO “bukan perkara yang datang dengan sendiri” akan tetapi perlu Perancangan yang rapi dan Mananjemen yang efektif. Beliau menerangkan juga bahwa produk perlu melibatkan stakeholders, perlu participatory, common vision. Dan pemantauan jangan sampai diabaikan.Proses Perancangan menurut Prof adalah dengan:
•Membentuk Matlamat
1. Perlu common vision
2. Tujuan pariwisata dikembangkan apa
3. Objektif bias diukur
•Survei
Pengumpulan data yang komprehensif, atau bekerjasama dengan Universiti setempat
•Analisis
1. Analisis Penawaran
1. Menjalankan situational analysis untuk menilai kuantiti dan kualiti produk
2. Kenal pasti Unique Selling Proposition ( USP )
3. Kenal pasti produk
2. Analisis Permintaan
1. Fahami kehendak segmen pelancong yang berbeda-beda
2. Penyediaan pengalaman wisatawan ( tourist experience )
3. Wisatawan perlu pengalaman yang menghiburkan, berunsur pendidikan, unik dan penuh kenangan
•Cadangan
1. Cadangan pembangunan produk
a. Produk utama disokong oleh produk lainnya
b. Infrastruktur perlu tapi capacity building lebih penting
c. Wujudkan corridor tourism(jaringan pariwisata ) dimana perlunya kerjasama erat antara stakeholders, memudahkan tour operators untuk membentuk paket
d. Perlu papan tanda infrastruktur dan capacity building
2. Cadangan Manajemen Destinasi
a. Memupuk tourism culture
b. Seamless travel ( perjalanan yang lancer )
c. Kebersihan , kelestarian
d. Buat tanda peraturan wisata
3. Cadangan Pemasaran Destinasi
a. Branding pariwisata Sumbar apa
b. Branding mengikuti segmen pasaran
c. Promosi hanya sebahagian dari pemasaran
d. Targeted marketing apa
e. Penggunaan media social ; facebook

•Pelaksanaan ( market positioning )
1. Gateway destination pariwisatanya apa
2. Ada hiburan, budaya, makanan
3. Tempat pelaksanaannya dimana

Pemantauan
Semua kegiatan diatas tadi dipantau setiap saat.
(Dinas Kebudayan & Pariwisata)

Masjid Tuo Kayu Jao Saksi Keberadaan Islam Sejak Abad XVI

Agama Islam di Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat ternyata telah berkembang sejak abad ke-16. Hal itu dibuktikan dengan telah berdirinya Masjid Tuo yang berada di Jorong Kayu Jao Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang
Agama Islam di Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat ternyata telah berkembang sejak abad ke-16. Hal itu dibuktikan dengan telah berdirinya Masjid Tuo yang berada di Jorong Kayu Jao Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang. Masjid beratap ijuk yang didirikan oleh beberapa ulama daerah tersebut tetap dijaga keasliannya hingga kini. Di sebelah masjid terdapat sebuah tabuh (bedug) yang diyakini seumur dengan masjid tersebut.

Di samping keasliannya yang tetap terjaga hingga kini, arsitekturnya sangat identik dengan Masjid Demak di Banten yang atapnya juga bersusun tiga. Namun dari beberapa segi, Masjid Tuo Kayu Jao memiliki beberapa keunggulan. Terutama dari segi filosofis dan isyarat-isyarat pada bangunan tersebut.

Atapnya yang terbuat dari ijuk melambangkan desain rumah adat Minangkabau yaitu Rumah Gadang. Di bagian mihrab (mimbar dan tempat imam, red) juga diberi gonjong seperti Rumah Gadang. Jumlah tiangnya sebanyak 27 buah yang melambangkan enam suku yang masing-masing terdiri dari ampek jinih (empat unsur pemerintahan adat) sehingga jumlahnya 24 bagian. Ditambah tiga unsur dari agama yaitu khatib, imam dan bilal, sehingga jumlahnya menjadi 27. Aroma kuatnya agama Islam di daerah tersebut juga tergambar dari jumlah jendelanya yang 13 buah. Ini untuk mengisyaratkan rukum Shalat yang 13 macam.

Menurut seorang tokoh masyarakat setempat Alius Sutan Pamuncak, di awal pembangunan masjid tersebut hingga beberapa tahun lalu, pola bangunan yang tidak memakai paku masih dipertahankan.

“Beberapa tahun lalu kita masih bisa melihat bangunan tersebut tetap kokoh meski tidak satu bagian pun yang dipaku. Tapi hanya menggunakan pasak di setiap sambungannya. Namun hal itu sedikit berubah setelah dilakukan pemugaran beberapa tahun lalu. Namun yang jelas ciri khas masjid yang memakai ijuk dengan desain aslinya tetap dijaga,” ungkapnya.

Alius juga mengungkapkan sebagai sebuah kebanggaan dan situs cagar budaya, mesjid tersebut dijadikan sebuah bukti bahwa di Nagari Batang Barus dan Kabupaten Solok secara umum, Islam telah berkembang sejak 400 tahun lalu. Hal ini menurutnya menjadi cerminan masyarakat yang memegang teguh agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini merupakan satu penanda bahwa penduduk daerah ini telah menerapkan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Hal ini juga didukung dengan banyaknya isyarat-isyarat pada bangunan masjid yang menggambarkan paduan serasi antara adat dan agama. Ini adalah sebuah kebanggaan bagi negeri kami,” ujarnya.

Lebih lanjut Alius mengungkapkan bahwa dalam perkembangannya sebagai tempat pariwisata yang ramai dikunjungi, wisata religi yang ditawarkan masjid tersebut sangat memukau pengunjung. Hal itu menurutnya tidak hanya dari segi arsitektur bangunan yang unik, tapi juga dari kondisi alam yang memiliki topografi menawan.

“Masjid ini berada di lokasi yang berhawa sejuk dan dikelilingi oleh perkebunan teh. Di samping itu, kontur wilayahnya sangat memukau. Terdiri dari lurah dan bukit yang saling bertaut dan berkombinasi sempurna,” pungkasnya.
(rijal islamy-padang today)

batu basurek peninggalan sejarah

Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat sebagai tempat asal suku Minangkabau dan disebut juga sebagai Luhak Nan Tuo memiliki banyak sekali tempat sejarah yang dapat dikembangkan sebagai objek wisata budaya, salah satu diantaranya adalah


Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat sebagai tempat asal suku Minangkabau dan disebut juga sebagai Luhak Nan Tuo memiliki banyak sekali tempat sejarah yang dapat dikembangkan sebagai objek wisata budaya, salah satu diantaranya adalah ' Batu Basurek (Batu Bersurat) di Limo Kaum. Tulisan yang tertulis pada batu tersebut memuat inskripsi dalam huruf Palawa dengan bahasa Sansekerta, yang menyatakan bahwa Aditiawarman adalah Raja Diraja di Kinikamedinindra (pulau emas) tahun 1347.

Batu Basurek di Pagaruyung ditulis tahun 1347, Batu/Banda Bapahek di Saruaso dan beberapa batu bersurat lainnya yang semuanya merupakan peniggalan masa Aditiawarman.

(*Referensi : Padang Today)

Kamis, 09 Desember 2010

Kerupuk Kulit Cemilan Legendaris Minangkabau

Kerupuk kulit merupakan cemilan legendaris yang hanya ada di Minangkabau, sebab pengolahan kerupuk yang terbuat dari kulit sapi ini hanya orang Minangkabau yang mampu membuatnya. Sehingga tidak salah kerupuk khas ini salah satu oleh-oleh yang wajib ada saat mengunjungi kerabat di luar kota.

Selama ini kerupuk kulit yang sering dijadikan oleh-oleh adalah kerupuk mentah, dengan alasan lebih tahan lama. Namun hal tersebut justru sering merepotkan sebab menggoreng kerupuk kulit memiliki trik tersendiri. Jika tidak mengetahui triknya maka biasanya gorengan kerupuk kulit menjadi tidak sempurna dan tidak mengembang.

Nah..saat ini kerabat anda tidak perlu repot untuk menggorengnya, sebab saat ini tersedia kerupuk kulit yang telah di goreng dan siap makan. Apalagi kerupuk ini ditambahi sedikit rempah-rempah sehingga rasanya lebih gurih, juga tidak perlu khawatir kerupuk ini mudah lembek, karena dikemas dalam plastik kaca yang tebal. Tunggu apalagi, segera beli kerupuk kulit buat kerabat anda atau oleh-oleh buat kerabat anda di sentra oleh-oleh terdekat

Rakik Bilih Oleh-Oleh Danau Singkarak

Ikan Bilih merupakan ikan khas Danau Singkarak Solok, ikan yang hanya seukuran jari kelingking orang dewasa ini sangat renyah dan hanya ada di Danau Singkarak. Tidak hanya digoreng dan digulai, saat ini Ikan bilih diolah untuk dijadikan oleh-oleh.

Salah satunya rakik ikan bilih, rakik yang merupakan cemilan sejenis kerupuk ini terbuat dari campuran tepung beras dan tepung terigu. Warna kuning berasal dari campuran kunyit dan merahnya cabe halus, lebih gurih dengan taburan daun limau dan bumbu rahasia.

Sebelum digoreng, adonan rakik ini dilengkapi dengan ikan goreng bilih, kemudian digoreng hingga garing, hmm.. menggugah selera. Rakik bilih ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh bagi kerabat atau sebagai pengganti kerupuk saat makan. Tidak perlu jauh ke solok untuk mendapatkannya sebab camilan ini tersedia di sejumlah sentra oleh-oleh. Harganya pun cukup terjangkau sekitar Rp 7.500 hingga Rp 15.000 tergantung ukuran dan kemasan

Lamang tapai

Lamang tapai
Yupz melihat makanan satu ini mata kita pasti merasa segar,lidah kita menari ingin segera menikmatinya,lamang tapai itulah namanya.
Makanan yang berasal dari Sumatra barat ini menyajikan rasa yang nikmat ada kecut,maniz dan asam,makanan yang berbahan dasar ketan ini sangat enak di nikmati disiang hari,
Makanan ini kebanyakan dimasak atau disediakan orang minang disaat acara_acara keluarga atau acara resmi serta disaat sebelum puasa.
Bagi anda para wisatawan yang ingin berkunjung ke Sumatra barat jangan lupa mencicipi makanan satu ini.

ikan bilih

Ikan bilih (Mystacoleucus Padangensis) merupakan ikan khas Danau Singkarak dari danau singkarak sumatera barat,ikan ini merupakan oleh-oleh khas dari danau singkarak. . Ikan pemakan plankton sepanjang 6-12 sentimeter ini hasil dari evolusi selama berjuta-juta tahun di lingkungan danau itu. Ikatan antara ikan ini dengan danaunya sangat erat bahkan sampai belum bisa dibudi dayakan di kolam buatan. Ikan ini disumatra barat sangat terkenal.
Selain disumatra barat belakangan ini ikan bilih juga di budidayakan di danau toba Sumatra utara,didanau ini ikan bilih lebih berkembang dan tumbuh lebih besar tapi sayang sekali cita rasa ikan di danau toba ini sangat berbeda dengan ikan yang ada di danau singkarak.
Ikan danau singkarak lebih gurih dan manis kalau di goreng sementara danau toba sedikit sepet dan k eras tapi sayang budidaya dan pengembangan ikan bilih didanau singkarak sendiri hamper punah,bahkan penjualannya jauh lebih menurun disbanding ikan danau toba.

Adat dan urutan acara pernikahan di padang

Pembicaraan dalam acara maminang dan batuka tando ini berlangsung antara mamak
atau wakil dari pihak keluarga si gadis dengan mamak atau wakil dari pihak
keluarga pemuda. Bertolak dari penjajakan-penjajakan yang telah dilakukan
sebelumnya ada empat hal secara simultan yang dapat dibicarakan, dimufakati dan
diputuskan oleh kedua belah pihak saat ini.

Melamar => menyampaikan secara resmi lamaran dari pihak keluarga si gadis
kepada pihak keluarga si pemuda
Batuka tando => Mempertukarkan tanda ikatan masing-masing
Baretong => Memperembukkan tata cara yang akan dilaksanakan nanti dalam
penjemputan calon pengantin pria waktu akan dinikahkan
Manakuak hari => Menentukan waktu kapan niat itu akan dilaksanakan

Maminang

Pada hari yang telah ditentukan, pihak keluarga anak gadis yang akan dijodohkan
itu dengan dipimpin oleh mamak mamaknya datang bersama-sama kerumah keluarga
calon pemuda yang dituju. Lazimnya untukacara pertemuan resmi pertama ini
diikuti oleh ibu dan ayah si gadis dan diiringkan oleh beberapa orang wanita
yang patut-patut dari keluarganya. Dan biasanya rombongan yang datang juga telah
membawa seorang juru bicara yang mahir berbasa-basi dan fasih berkata-kata, jika
sekiranya si mamak sendiri bukan orang ahli untuk itu.

Untuk menghindarkan hal-hal yang dapat menjadi penghalang bagi kelancaran
pertemuan kedua keluarga untuk pertama kali ini, lazimnya si telangkai yang
telah marisiak, sebelumnya telah membicarakan dan mencari kesepakatan dengan
keluarga pihak pria mengenai materi apa saja yang akan dibicarakan pada acara
maminang itu. Apakah setelah meminang dan pinangan diterima lalu langsung
dilakukan acara batuka tando atau batimbang tando ?

Batuka tando secara harfiah artinya adalah bertukar tanda. Kedua belah pihak
keluarga yang telah bersepakat untuk saling menjodohkan anak kemenakannya itu,
saling memberikan benda sebagai tanda ikatan sesuai dengan hukum perjanjian
pertunangan menurut adat Minangkabau yang berbunyi :

Batampuak lah buliah dijinjiang,
Batali lah buliah diirik

Artinya kalau tanda telah dipertukarkan dalam satu acara resmi oleh keluarga
kedua belah pihak, maka bukan saja antar kedua anak muda tersebut telah ada
keterikatan dan pengesahan masyarakat sebagai dua orang yang telah bertunangan,
tetapi juga antar kedua belah keluarga pun telah terikat untuk saling mengisi
adat dan terikat untuk tidak dapat memutuskan secara sepihak perjanjian yang
telah disepakati itu.

Barang-barang yang Dibawa

Barang-barang yang dibawa waktu maminang, yang utama adalah sirih pinang
lengkap. Apakah disusun dalam carano atau dibawa dengan kampia, tidak menjadi
soal. Yang penting sirih lengkap harus ada. Tidaklah disebut beradat sebuah
acara, kalau tidak ada sirih diketengahkan.

Pada daun sirih yang akan dikunyah menimbulkan dua rasa dilidah, yaitu pahit dan
manis, terkandung simbol-simbol tentang harapan dan kearifan manusia akan
kekurangan-kekurangan mereka. Lazim saja selama pertemuan itu terjadi
kekhilafan-kekhilafan baik dalam tindak-tanduk maupun dalam perkataan, maka
dengan menyuguhkan sirih di awal pertemuan, maka segala yang janggal itu tidak
akan jadi gunjingan. Sebagaimana dalam pasambahan siriah disebutkan :

Kok Siriah lah kami makan
Manih lah lakek diujuang lidah
Pahik lah luluih karakuangan
Jika sirih sudah kami makan
Yang manis lekat di ujung lidah
Yang pahit lolos ke kerongkongan

Artinya orang tidak lagi mengingat-ingat segala yang jelek, hanya yang manis
saja pada pertemuan itu yang akan melekat dalam kenangannya.

Kalau disepakati sebelumnya bahwa pada acara maminang tersebut sekaligus juga
akan dilangsungkan acara batuka tando atau batimbang tando maka benda yang akan
dipertukarkan sebagai tanda itu juga dibawa; yang tentu saja diletakkan pada
satu wadah yang sudah dihiasi dengan bagus (dulung atau nampan). Yang dijadikan
sebagai tanda untuk dipertukarkan lazimnya adalah benda-benda pusaka, seperti
keris, atau kain adat yang mengandung nilai sejarah bagi keluarga. Jadi bukan
dinilai dari kebaruan dan kemahalan harganya, tetapi justru karena sejarahnya
itu yang sangat berarti dan tidak dapat dinilai dengan uang. Umpamanya sebuah
kain balapak yang telah berumur puluhan tahun yang pernah diwariskan oleh nenek
si gadis sebelum meninggal, atau kain adat yang pernah dipakai oleh ibu si gadis
pada perkawinannya puluhan tahun yang lalu.

Karena nilai-nilai sejarahnya inilah maka barang-barang yang dijadikan tanda itu
menjadi sangat berharga bagi keluarga yang bersangkutan dan karena itu pula maka
setelah nanti akad nikah dilangsungkan, masing-masing tanda ini harus
dikembalikan lagi dalam suatu acara resmi oleh kedua belah pihak.

Sesuai dengan etika pergaulan, bertandang biasapun kerumah orang, lazim kita
membawa buah tangan, maka dalam acara resmi beradat, seyogyanya pihak rombongan
yang datang juga membawa kue-kue atau buah-buahan sebagai oleh-oleh.

TATA CARA PERKAWINAN ADAT MINANGKABAU

Awal dari sebuah perkawinan jika menjadi urusan keluarga, bermula dari
penjajakan. Di Minangkabau sendiri kegiatan ini disebut dengan berbagai istilah.
Ada yang menyebut maresek, ada yang mengatakan marisiak, ada juga yang menyebut
marosok sesuai dengan dialek daerah masing-masing. Namun arti dan tujuannya
sama, yaitu melakukan penjajakan pertama.

Siapa yang harus melakukan penjajakan ini ? Apakah pihak keluarga yang wanita,
atau pihak keluarga yang laki-laki ?. Inipun berbeda-beda pelaksanaannya di
Sumatera Barat. Ada nagari-nagari dimana pihak perempuan yang datang lebih
dahulu melamar. Tapi ada juga nagari-nagari dimana pihak laki-laki yang
melakukan pelamaran. Namun sesuai dengan sistem kekerabatan matrilineal yang
berlaku di Minangkabau, maka yang umum melakukan lamaran ini adalah pihak
keluarga perempuan.
Sebagaimana telah kita sebutkan diatas sebelum lamaran yang sebenarnya
dilakukan, maka yang dilaksanakan terlebih dahulu adalah penjajakan. Untuk ini
tidak perlu ayah-ibu atau mamak-mamak langsung dari si anak gadis yang akan
dicarikan jodoh itu yang datang. Biasanya perempuan-perempuan yang sudah
berpengalaman untuk urusan-urusan semacam itu yang diutus terlebih dahulu.
Tujuannya adalah mengajuk-ajuk apa pemuda yang dituju telah niat untuk
dikawinkan dan kalau sudah berniat apakah ada kemungkinan kalau dijodohkan
dengan anak gadis si Anu yang juga sudah berniat untuk berumah tangga.

Jika mamak atau ayah bundanya nampak memberikan respon yang baik, maka angin
baik ini segera disampaikan kembali oleh si telangkai tadi kepada mamak dan ayah
bunda pihak si gadis.

Urusan resek maresek ini tidak hanya berlaku dalam tradisi lama, tetapi juga
berlaku sampai sekarang baik bagi keluarga yang masih berada di Sumatera Barat,
maupun bagi mereka yang sudah bermukim dirantau-rantau. Terutama tentu saja bagi
keluarga-keluarga yang keputusan-keputusan penting mengenai hidup dan masa depan
anak-anaknya masih tergantung kepada orang-orang tua mereka. Untuk kasus-kasus
yang semacam ini, tentang siapa yang harus terlebih dahulu melakukan penjajakan,
tidaklah merupakan masalah. Karena disini berlaku hukum sesuai dengan pepatah
petitih :


Kekerasan dalam pacaran

Pacaran adalah istilah yang sangat kental dikalangan remaja,istilah hubungan  yang dipakai oleh dua remaja berlainan jenis yang saling mencintai satu sama lainnya.dalam hubungan pacaran ini dua manusia  yang berlainan dan berbeda kepribadian menyatu dalam satu perasaan yang sama.
Pacaran dikalangan remaja saat ini sudah sangat kelepasan dan sangat bebas.dalam hubungan pacaran saat ini tidak ada batasnya bahkan sebagian dari pasangan yang pacaran telah terjadi hubungan layaknya suami dan istri.
Salah satu kebebasan pacaran seperti kekerasan dan pelecehan dalam hubungan pacaran.seperti cowok yang suka membentak,mengancam bahkan minta diladeni hasrat sexsualnya bahkan sampai mengancem untuk menyantet si cewek yang tidak mau dia atur sama sekali.
Kekerasan dalam pacaran sering terjadi dikarenakan penekanan dan ketakutan yang terjadi dikalangan cewek dan mau saja buat di atur oleh cowoknya dengan alas an perasaan saying dan cinta serta terikat dengan kenangan dan perasaan yang ada.
Kekerasan seperti ini tidak seharusnya terjadi karena kekerasan itu sama sekali tidak menghargai hak azasi manusia dan melanggar norma yang ada apalagi kalau kekerasannya dalam lingkup seks dan fisik,seharusnya orang yang saling menyayangi dan mencintai itu harus menjaga dan melindungi satu sama lainnya.







Hobby ngopi

dikalangan mahasiswa
Ngopi itu hanyalah istilah yang dipakai kalangan mahasiswa dan mahasiswi saat nongkrong atau ngumpul di kedai kopi.tempat favorit yang selalu dijadikan mahasiswa untuk sekedar ngobrol atau berkumpul dalam waktu tertentu. Ngopi bukan hanya saja punya kalangan mahasiswa tapi juga mahasiswi.di kalangan mahasiswa muhammadiyah malang sendiri istilah ngopi adalah istilah yang sangat lazim dan tren dikalangan civitas kampus. Ngopi dijadikan wahana atau ajang pertemuan nggak sekedar buat ngobrol tapi juga untuk membahas tugas kampus yang akan dilakukan. Disepanjang jalan pinggiran kampus UMM semua kedai kopi yang ada selalu ramai tak ada satupun kedai yang sepi dan pengunjungnya dominan mahasiswa.hobby ngopi ini sesuatu yang sangat familiar dan merupakan kebiasaan mahasiswa.

Remaja dan Gaya hidup

Remaja adalah manusia yang sedang mencari jati diri dan sangat rentan dengan pengaruh dan perubahan.pembentukan jati diri pada remaja bukan hanya dari pola pikir tapi juga dari gaya  berpakain,berpenampilan serta cara bergaul.
Gaya hidup dan cara berpenampilan remaja dipengaruhi oleh perkembangan mode atau zaman dan trend yang sedang in.remaja adalah golongan manusia social yang tidak mau dibilang kampungan atau ketinggalan zaman.
Gaya hidup remaja sekarang sangat beragam mulai dari jenis pakaian,model pakaian,cara dandan dan cara bergaul.kalangan remaja saat ini sangat mencintai kebebasan baik dalam berpenampilan ataupun dalam bergaul
Gaya hidup yang baik akan berdampak baik sedangkan yang berdampak buruk akan membawa para remaja kearah yang buruk juga.semisal pergaulan yang buruk seperti gaya hidup glomour  dikalangan mahasiswa.
Para mahasiswi saling berlomba untuk menjadi yang tercantik dan ter  wah agar mereka mendapat  pengakuan dari teman yang lain.pergaulan dikalangan mahasiswi kadang  juga membuat mereka  kelepasan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Di kalangan mahasiswi yang biasa atau berasal dari kalangan ekonomi menegah kebawah dalam memenuhi kebutuhan tersebut ada yang sampai mengadaikan harga diri dan menjual diri.ini sangat disayangkan sekali  dan ini merupakan tindakan yang seharusnya tidak terjadi.


Selasa, 26 Oktober 2010

WISATA KULINER (MAKANAN) SUMATERA BARAT.


Dalam dunia kuliner, Sumatra Barat terkenal dengan masakan Padang dan restoran Padang. Masakan Padang yang terkenal dengan citarasa yang pedas dapat ditemukan hampir di seluruh penjuru Nusantara, dan dapat ditemukan juga di luar negeri. Beberapa contoh makanan dari Sumatra Barat yang sangat populer adalah Rendang, Sate Padang, Dendeng Balado, Ayam Pop, Soto Padang, dan Bubur Kampiun. Selain itu, Sumatra Barat juga memiliki ratusan resep, seperti Galamai, Wajik, Kipang Kacang, Bareh Randang, Dakak-dakak, Rakik Maco, Karupuak Balado dan Karupuak Sanjai. Makanan ciri khas masing-masing kota dan kabupaten di Sumatra Barat untuk dijadikan buah tangan (oleh-oleh) adalah: Kota Padang terkenal dengan bengkuang dan karupuak balado, Kota Padang Panjang terkenal dengan satenya, Kota Bukittinggi dengan karupuak sanjai, Kota Payakumbuh dengan galamai dan bareh rendang, Kabupaten Agam terkenal dengan palai rinuak dan pensi, Kabupaten Pesisir Selatan dengan rakik maco, Kabupaten Tanah Datar dengan lamang Limo Kaum dan dakak-dakak simabua-nya.
Kenikmatan makanan salah satu yang tidak bisa dilupakan, apalagi makanan tersebut dapat dicicipi di daerah wisata, restourant terkenal, dan di tempat-tempat khusus. Orang selalu terkenang dengan kenikmatan suatu makanan apabila makanan tersebut mengandung nilai historis, budaya, dan ciri khas suatu daerah. Sumatera Barat dan alam Minangkabau terkenal dengan masakan Padang. Masakan Padang tidak hanya terdapat di daerah Sumatera Barat, tetapi di seluruh nusantara bahkan sampai ke mancanegara. Salah satu yang membuat orang minang pandai memasak adalah karena daerah ini terkenal dengan bahan rempah-rempah yang tumbuh subur di alam Minangkabau. Masyarakatnya juga terkenal berbudaya dan sering mengadakan acara seremunial (baralek), atau pesta perkawinan, pengangkatan datuk penghulu, acara adat nagari, dan acara ke agamaan yang tidak terlepas dari seni dan budaya. Sehingga tuntutan makanan yang lezat merupakan keharusan. Biasanya para gadis minang dan anak laki-laki selalu di ajarkan cara memasak sebagai bekal hidup terutama untuk keperluan sendiri atau salah satu modal merantau.
Bila kita hendak memikmati kelezatan gulai ikan, pergilah ke daerah Bungus Teluk Kabung, disini kita bisa menemukan rumah makan keluarga yang terkenal dengan Kepala Ikan Kakap, lokasinya tidak jauh dari pantai hanya berjarak 23 km dari pusat kota Padang. Bila kita makan bersama keluarga (5 orang) maka selalu di hidagkan kepala ikan kakap tersaji dalam hidangan istimewa, karena dilengkapi menu lainnya, seperti rendang, ikan bakar, kripik udang, dan sayur singkong, pengunjung hanya mengeluarkan biaya Rp.100.000,- sampai Rp.150.000,- . Perjalanan dapat diteruskan lebih kurang 4 km ke arah selatan, anda akan menemukan pendakian bukit yang terkenal dengan jembatan sarang labah, dua tikungan kemuadian anda menjumpai rumah makan kelok jariang. Disini kita juga bisa menikmati makanan yang tersaji dalam hidangan menu makanan dan harga hampir sama dengan rumah makan keluarga, tetapi keistimewaannya adalah makan sambil menikmati panorama alam tiga dimensi, melihat ke arah barat dari kejauhan nampak lautan, jajaran bukit dan gunung, serta arial pertanian. Jika anda meneruskan perjalanan ke pesisir selatan kita akan menemukan pemandangn teluk, bukit yang menabjukan.
Kecamatan Bungus Teluk Kabung salah satu tujuan wisata bahari di Sumatera Barat yang terkenal dengan pondok caruline, pasir putih, air terjun, dan losmen carlos yang banyak di kunjungi oleh tourist mancanegara. Disamping itu Bungus juga terkenal dengan keindahan teluknya, air laut yang bening, dan pantai yang bersih. Perjalanan dapat dilakukan lebih kurang 45 menit dan jarak 22 km dari pusat kota Padang.